Web Application vs Desktop Application

Beberapa minggu yang lalu, di sebuah rapat pra-pengembangan aplikasi, seorang peserta rapat mengajukan argumennya tentang platform apa yang sebaiknya dipakai. Dia mengajukan segala kekurangan yang terdapat pada aplikasi desktop, dan lebih menyarankan penggunaan web-based application untuk dipakai sebagai platform sistem informasi yang akan dibuat. Demi memenuhi norma kesopanan, aku tak menyanggah apapun, karena akan mengasyikkan bilamana nanti aku kecipratan pelatihan web programming 🙂

Sesuai dengan judul, kita akan mencoba mengulas sedikit tentang kelebihan dan kekurangan dari kedua platform pemrograman ini. Web application memiliki keunggulan dalam hal kemudahan updating, karena seluruh skrip disimpan dalam server web yang tersentralisasi, sehingga pengembang tidak perlu repot-repot memberikan notifikasi atau patch dalam proses peningkatan fitur sistem. Berbeda halnya dengan desktop application, di mana pengembang harus memikirkan cara update jauh-jauh hari sebelum aplikasi dilempar ke pasaran. Bahkan tidak jarang kita menemukan aplikasi yang tidak lagi kompatibel dengan aplikasi terbaru yang diterbitkan pengembang. Dari sisi instalasi dan update, desktop application kalah telak dibandingkan web application, walaupun teknik-teknik auto-update telah dikembangkan untuk menutup celah kekurangan ini, namun biasanya major update tetap merupakan sebuah masalah yang serius.

Dari sisi konektivitas, web application juga memiliki spesifikasi yang lebih mudah dipenuhi dibandingkan desktop application. Sementara web application dapat diakses cukup menggunakan jaringan lokal ataupun jaringan internet, desktop application mungkin memerlukan virtual private network dalam mengakses server basis data perusahaan, atau platform khusus lain.

Kelemahan dari web application yang dipakai dalam sistem informasi terutama jika kita tilik dari sisi performa. Web application meletakkan seluruh beban komputasi pada server, baik dalam hal antarmuka maupun basis data. Kelemahan yang lain adalah sifatnya yang connectionless dengan metode kirim-terima paket data. Berbeda dengan desktop programming di mana antarmuka telah tersedia di mesin lokal. Server hanya menangani query basis data yang diperlukan oleh client application saja, sehingga dari sisi server, desktop programming sangat menghemat sumber daya. Dengan sifatnya yang native, desktop programming bisa memanfaatkan fitur-fitur dalam mesin client dengan lebih optimal. Berbeda halnya dengan web application yang sangat bergantung pada interpretasi web browser. Pernahkah Anda mendengar, suatu situs akan tampil dengan optimal jika diakses menggunakan sebuah browser namun berantakan tampilannya jika diakses dengan browser yang lain?

Jika kita menilik pada best practice yang diterapkan oleh perusahaan-perusahan retailer misalnya, mereka lebih memilih desktop application untuk sistem informasi mereka karena efisiensi dan kecepatan pelayanan. Desktop application lebih mudah dikelola jika sistem membutuhkan konfigurasi yang kompleks seperti mirrorring atau auto updating ke server utama.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.