The Time Traveler’s Wife

Cinta yang penuh perjuangan patut dirayakan. Cinta memang selayaknya menjadi perhiasan sepanjang hidup kita, yang mewarnai hari-hari hitam putih kita. Cinta membawa tawa dan duka, senang dan sedih.
Cinta tetap harus dijalani meski kita tahu bahwa duri-duri akan menghadang, sebab kita paham bahwa di samping duri itu, ada mawar yang indah.

The Time Traveler’s Wife menceritakan sisi lain dari topik yang biasanya dibahas melalui genre sci-fi, yakni tentang kemampuan seseorang menjelajah waktu layaknya Hiro Nakamura dalam serial TV Heroes. Hanya saja Henry DeTamble (Eric Bana), si penjelajah waktu, tak mampu mengendalikan kemampuannya itu. Ia bisa menghilang begitu saja di satu waktu dan kembali di waktu yang lain. Di tengah hidupnya yang kacau akibat kemampuan ajaibnya itu, ia terbelit nasib dengan Claire Abshire (Rachel McAdams), seorang yang sering ditemui Henry dalam perjalanan melintas waktu. Benih cinta tumbuh di antara kedua insan berbeda waktu ini, hingga suatu saat tumbukan takdir terjadi di antara mereka. Maka kisah cinta yang sebenarnya dimulailah.

Mungkin terlihat keren jika kita bisa menjelajah waktu, tetapi dengan ketidakmampuan Henry mengendalikan kemampuan istimewa itu, maka tidak hanya Henry saja yang menderita, Claire juga. Ia yang sedari awal mengharapkan hidup normal, menikahi pria idamannya dan punya anak, harus mengalami hidup yang berat karena tak jarang ditinggal “pergi” oleh Henry yang menjelajah entah ke mana.

Cerita ini memang memaksa kita melihat plot dari sudut pandang Claire, yang membuat kita berpikir bahwa hidup memang tak bisa ditebak. Seandainya kita telah tahu apa yang terjadi di masa depan, kita tetap harus kuat menjalaninya, dan kita juga harus tabah menerima apa yang telah terjadi di masa lalu. Terlepas dari segala kritik terhadap film ini, karena memang kali ini aku tak punya keinginan mengkritik, film ini mengingatkan kita untuk merayakan hidup sekarang. Rayakan setiap nafas Anda dalam hangatnya pelukan orang-orang yang Anda cintai. And make sure they know that you love them.

the time traveler's wife

One Comment

  1. buy silver said:

    Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab .Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan .Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian ..Mereka yang mencintai menyebutnya takdir..Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu Ia telah siap memberi yang lebih baik..Jika ingin berlari belajarlah berjalan duhulu .Jika ingin berenang belajarlah mengapung dahulu .Jika ingin dicintai belajarlah mencintai dahulu..Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang kita inginkan ketimbang memilih apa yang ada.

    24 March 2011
    Reply

Leave a Reply to buy silver Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.