Tentang Layanan Makan di Atas Kereta Api Eksekutif

Baru saja aku memanfaatkan fasilitas transportasi yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk pulang ke Semarang dalam rangka cuti. Hahay, cuti yang pertama dalam karirku. Ngapain cuti? Iseng 😀
Kembali ke topik asal. Tadi malam aku berangkat dari stasiun Gambir (setelah memesan tiket via HP) jam 21.30. Nah, sekitar jam 11 tiba-tiba datanglah kereta makan yang menyodorkan sepiring makanan (bistik daging) ke penumpang. Lha, aku yang terbangun karena kaget spontan menolak makanan dan menolak juga sodoran minuman yang datang belakangan. Lho kok ditolak?

Karena aku tahu kalau makanan itu berbayar, tidak gratis. Walaupun agak sangsi juga, menebak-nebak apakah makanan itu sekarang digratiskan atau nanti ditagih pembayaran, soalnya banyak sekali orang yang nerima makanan yang disodorkan. Ah, biar sajalah, aku terlalu mengantuk untuk makan.

Ternyata, sekitar jam 12 datanglah pramugari yang menagih uang makanan ke penumpang yang tadi nerima makanan. Nah lo, bener bayar kan? Dari yang kudengar sih tadi ada yang kaget, kok makanannya bayar. Dan berapa yang harus dibayar untuk sepiring bistik? Tiga puluh ribu! Aje gile, 30 ribu buat sepiring bistik yang rasanya belum tentu enak? Welah….

Buat yang belum tahu, kuingatkan bahwa layanan makan gratis di gerbong eksekutif telah dihentikan sekitar pertengahan tahun 2009. Aku sempat menikmati layanan makan gratis itu satu kali, setelah itu tidak ada lagi makanan gratis, semua berbayar. Biasanya sebelum makanan diantar, pramugara / pramugari akan menawarkan apakah ada yang mau memesan makanan dan mencatatnya kemudian baru makanan diantar ke kursi penumpang. Tapi kalau kejadiannya seperti tadi malam, di mana makanan langsung disodorkan ke penumpang, ingatlah bahwa nanti Anda akan ditagih pembayarannya! Tentu saja ini tidak seperti di pesawat, terutama Garuda yang telah memasukkan biaya makan ke biaya tiket.

Jadi sebelum menerima makanan di kereta api, periksa dahulu isi dompet Anda 🙂

Ada yang punya pengalaman tentang layanan makan di atas kereta api eksekutif? Mari share di sini 🙂

6 Comments

  1. big sugeng said:

    Layanan makan dihilangkan mulai agustus 2009, awalnya tarif diturunkan setelah itu tarif “dinormalkan”. Bahkan sekarang harga makanan sudah dinaikkan 20% untuk mengantisipasiliburan sekolah kemarin, puasa dan lebaran Tarif juga naik seenaknya untuk hari libur, jumat dll. Di website saya banyak membahas kereta api lhoo
    lha saya tip minggu bolak balaik jogja jkt naik kereta

    16 July 2010
    Reply
    • admin said:

      wah wah… informasi yang menarik, Pak Sugeng. saya nggak memperhatikan tarif tiket sebelum dan sesudah penghilangan komponen makan gratis, tetapi ternyata kok kenyataannya begitu.

      16 July 2010
      Reply
  2. Bintangweb said:

    Itu sama saja dengan pemalakan bro. Dan itu sudah berlangsung lama sekali. Ibu saya pernah jadi korbannya, sepiring nasi goreng yang gak enak blas suruh bayar 30rb.

    Entah kenapa PT KA membiarkan saja pemalakan seperti itu terjadi setiap hari.

    16 July 2010
    Reply
  3. admin said:

    saya kaget, layanan makan model seperti ini baru pertama kali saya alami. kasihan penumpang yang tidak tahu. bahkan sepertinya ada seorang penumpang yang duduk melantai di dekat toilet (karena tidak mendapat tempat duduk di gerbong) yang terpaksa menghitung satu persatu lembaran uang yang dia punya karena tak tahu kalau makanan itu harus dibayar. menyedihkan.

    16 July 2010
    Reply
  4. arutemia said:

    saya cuma pernah naek kereta ekonomi, jd gak tau tentang yang begituan

    19 July 2010
    Reply
    • admin said:

      di kereta ekonomi kalau mau beli makan gimana? boleh donk share di sini 🙂

      20 July 2010
      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.