Sebuah film yang sangat berkesan bagiku. Bercerita tentang seorang anak yang divonis menderita autistik, Temple Grandin tidak berperilaku seperti halnya anak-anak pada umumnya. Ia sangat tidak senang disentuh orang lain, mudah gugup, dan tidak menyukai pelajaran bahasa.
Temple Grandin, diambil dari kisah nyata, mengambil judul dan ceritanya dari seorang profesor Amerika, Temple Grandin.
Tidak banyak yang bisa kuceritakan dari film ini, kecuali bahwa Anda harus menontonnya sendiri. Temple Grandin seorang autistik, yang bahkan sangat ketakutan dengan pintu otomatis. Tetapi dengan bantuan orang-orang sekitar, terutama ibu dan bibinya, juga guru sainsnya di masa SMA, Professor Shanklin, potensi dan kemampuan Temple Grandin dieksplorasi dan pada akhirnya ia mampu meraih gelar doktor.
Dalam film ini Anda akan diperlihatkan betapa perjuangan Grandin sangatlah berat. Ingatan yang kuat tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Ia harus tetap berjuang meraihnya dengan air mata, keringat, dan kerja keras, yang bahkan menjadi lebih berat karena autisme yang membuatnya kesulitan memahami orang lain, bahkan mengalami bullying dari mayoritas teman-temannya.
Afeksi dan kecintaannya pada hewan mendorongnya menciptakan mekanisme untuk mengurangi stres sapi-sapi sebelum disembelih, dan kini blueprint ciptaannya banyak dipakai di pemotongan hewan di Amerika.

Be First to Comment