Sejak awal diperkenalkan Google Plus mendapat sambutan yang sangat meriah sebagai social media yang digadang-gadang mampu menyaingi Facebook yang merajai pasar social media, bahkan beberapa pengamat meyakini, Google Plus, atau biasa disebut Google+ atau G+ merupakan Facebook killer. Benarkah hal ini? Waktu dan konsumen yang akan menentukan.
Aku sendiri sudah sejak lama tidak puas dengan Facebook. Hari-hari di mana aku gemar mengakses Facebook adalah ketika aku keranjingan bermain game KungFu Pets. Sejak itu, Facebook hanyalah media tempat “memantau” kegiatan teman-teman dan kolega, dan sesekali memberi komentar. Facebook lebih banyak kugunakan untuk mempromosikan artikel-artikel dari blogku, tetapi sejak beberapa waktu yang lalu, skrip feed importer Facebook seakan macet, dan facebook page yang kubuat jadi telantar tanpa ada artikel baru yang masuk.
Facebook memiliki satu kelemahan besar : setiap status yang kita tulis dapat dibaca oleh seluruh “friend” kita. Padahal terkadang ucapan kita tidak untuk dibaca orang dari kalangan tertentu, atau hanya ditujukan oleh orang tertentu, atau bahkan tidak untuk dibaca orang lain. Facebook tidak memiliki mekanisme untuk melindungi status kita! Faktanya, sudah banyak orang mendapat masalah akibat ucapannya di Facebook. Tak terhitung sudah berapa orang yang dipecat dari pekerjaannya gara-gara Facebook, tak terpantau pula berapa orang yang mendapat cibiran akibat komentarnya di Facebook. Berita terakhir, 2 desa di Bali tawuran akibat status Facebook!
G+ memiliki pendekatan yang berbeda. G+ menyadari bahwa kita mungkin berinteraksi dengan cara yang berbeda untuk setiap komunitas yang kita miliki. G+ menyebutnya “circle”. Mengapa circle begitu istimewa? Karena kita dapat mensetting ke circle mana stream (status) kita ditujukan. Hal ini dapat mengurangi kesalahpahaman antara kita dengan pihak-pihak lain yang membaca status kita. Selain ke circle, stream juga bisa ditujukan ke orang-orang tertentu saja, bahkan ke orang-orang yang belum memiliki akun G+! Well, fitur terakhir ini sepertinya bisa jadi sumber spam bila tidak dikontrol dengan baik oleh G+.
Kelebihan lainnya, konon G+ telah diintegrasikan ke layanan Google lainnya, seperti Picasa, GoogleDocs, GMail, dan banyak lagi.
Bagaimanapun, masih terlalu dini untuk menilai apakah Facebook akan runtuh akibat G+, tetapi kurasa G+ punya potensi untuk berkembang. Tidak percaya? Coba saja.

Be First to Comment