Rejeki Sudah Ada Yang Mengatur

Pagi tadi ada hal yang menarik. Seperti biasa, sepulang dari Gereja aku menumpang bus 46 eks Jepang. Nah, kalau di bus ini biasanya ada pengamen naik dari Slipi. Kali ini adalah si bapak tua yang bernyanyi ditemani radio kaset bertenaga aki yang dibawanya. Nyanyinya biasa saja, tidak mewah, tidak merdu (bahkan tak kedengaran oleh telingaku yang tersumbat lagu dari mp3 player biru merek SUN kesayanganku). Tapi entah bagaimana, setelah selesai bernyanyi si bapak itu berujar, sambil tersenyum lebar.

Saya ini pahlawan lho. Pahlawan kecil. Pahlawan keluarga. Istri satu dengan dua orang anak. Saya cari nafkah demi keluarga, bukan buat yang macam-macam.
Saya jadi pengamen, enggak jadi pegawai, karena takut. Takut kalau tidak bisa menjaga komitmen, takut kalau tidak bisa menyampaikan aspirasi. Pokoknya takut.

Senyum lebarnya tak pernah hilang dari wajahnya. Kemudian mulailah ia menyodorkan topi lusuhnya ke setiap penumpang bus 46 ini, berharap receh mampir ke situ.

Aku duduk paling belakang, menyiapkan selembar seribuan yang akhirnya kutaruh di topi itu. Lalu bapak itu berujar lagi.

Rejeki sudah ada yang mengatur, saya enggak kuatir.

Begitu kata si bapak, sambil menyentuh pundak kiri dan pundak kanan dengan tangan kanannya, bergantian. Entah apa maksudnya. Melihat senyumnya, aku pun balas tersenyum. Dan aku dapat pelajaran berharga dari si pahlawan kecil.

Rejeki sudah ada yang mengatur, kenapa kuatir? Bangsa Israel dapat manna selama 40 tahun tanpa menabur, dapat burung puyuh sebulan penuh tanpa bersusah payah memeliharanya, lalu aku si pegawai rendahan ini, kenapa kuatir? Bahkan si bapak pengamen yang tak punya gaji tetap itu selalu bisa tersenyum, memandang ke langit, dan berkata saya tidak kuatir. Lantas aku, kenapa kuatir?

One Comment

  1. SPORT7_LEAGUE said:

    TERIMA

    15 November 2012
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.