Kemarin kebetulan aku membaca sebuah artikel di kompas.com, judulnya torture porn controversy.
Inti ceritanya adalah tentang film The Stoning of Soraya M. Stoning di sini artinya perajaman, hukuman dilempari batu sampai mati. Tragis, film ini diangkat dari cerita nyata di Iran sana, dengan tokohnya bernama Soraya Manutchehri. Ia mati dirajam tahun 1986 atas tuduhan perzinahan.
Kemudian lagi, aku ingat kalau aku pernah punya film ini, walau belum sempat kutonton. Sekilas-sekilas kutonton, sungguh biadab! Bagaimana mungkin seseorang dilempari batu hingga mati? Di mana rasa kemanusiaan mereka? Sungguh biadab. Sebelum dilempar batu, tubuh orang itu diikat dan dikubur hingga ke perut atau dada, kemudian beramai-ramai orang melemparinya dengan batu berukuran sedang. Aturannya, batu itu tak boleh terlalu besar sehingga si korban tak bisa langsung mati.
Biadab.
Dengar-dengar orang-orang Aceh telah mengesahkan peraturan yang memperbolehkan hukuman rajam
The previous local parliament passed a controversial law in September allowing adulterers to be stoned to death. Wilayatul Hisbah, the Aceh sharia police who began this year conducting raids on unmarried couples caught together as well as gamblers and drinkers, on Thursday set up road blocks
to search cars and buses for women wearing tight trousers.
Tak bisa kupercaya kalau ini terjadi di Indonesia, tak bisa kupercaya….
Bagi siapapun yang mendukung hukuman rajam ini, silakan tonton dulu filmnya sebelum mengiyakan aturan ini. Anda akan melihat bahwa para pelempar batu ini tak lebih dari binatang. Apakah Anda ingin jadi binatang?
Semakin dalam kupikirkan, apakah manusia pantas memberikan hukuman mati pada sesamanya? Mengingat bahwa hukuman mati tak bisa dibatalkan setelah dieksekusi, apa yang bisa diberikan sebagai ganti eksekusi bila ternyata tuduhan salah alamat?
Berapa sih nilai nyawa manusia? Taruhlah seseorang telah membunuh orang lain, lantas pembunuh itu dihukum mati. Bukankah kita tak lebih daripada si pembunuh? Bukankah kita telah menjadi pembunuh itu sendiri? Lantas, di mana keadilannya?
I don’t know, you tell me.

apakah rajam itu ada produk dari agama? atau sebuah perintah dari tuhan? atau hanya sebuah adat istiadat setempat ?
Siapakah yang pantas melempar batu untuk pertama kalinya? Sucikah yang pelempar batu itu?
Katanya manusia itu paling tinggi derajatnya? namun bila sudah mencapai wilayah ini, nilai kemanusiaan luntur seketika.
Siapakah yang haus darah?…..Siapakah yang bergembira diatas kematian?,….inikah ajaran yang mulia itu?…….
Lebih baik berpoligami daripada berziinah!
{ melenyepkan sebuah kehidupan adalah mudah tapi membuat kehidupan tidak semudah itu }
saya sangat setuju dengan Anda, Bred.