Orang Indonesia sedang demam menghujat pemerintah, terkait berbagai ketidakpuasannya terhadap kinerja para penggede negara yang dianggap nggak membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Mbikin komentar itu gampang, tapi masalahnya, seandainya mereka-mereka yang komen jelek itu dikasi kesempatan jadi salah satu pembesar di negara ini yang memegang peranan vital, apakah kinerja mereka bakalan lebih bagus daripada pejabat yang sekarang mereka pisuhi?
Aku ini sebenernya juga suka ngata-ngatain pemerintah tentang ini-itu, termasuk aturan-aturan ketatnya dan placement pegawainya yang nggak sesuai spesifikasi. Tapi belakangan ini aku tersadar, bahwa ngurus negara itu susah.
Sekarang bayangkan. Anda-anda yang sekarang jadi pemimpin keluarga, susah kan ngurusnya? Lha kalo keluarga yang isinya cuma beberapa gelintir orang aja susah diurus, apalagi negara kita yang dijubeli 200 juta orang lebih?
Saya juga baru tau kalo para pejabat itu kalo udah rapat bisa sampai pagi. Mereka menanggung risiko jabatan yang begitu besarnya, di mana sedikit saja kesalahan, meja hijau menunggunya. Bahkan keputusan-keputusan yang telah dipikirkan dengan masak, tak jarang menimbulkan ketidakpuasan di antara para pencemooh.
Manusia tidak ada yang sempurna. Pula aku diinsafkan oleh kata-kata seorang pendeta yang bilang bahwa tak ada satu pemimpin pun yang tidak berasal dari Tuhan. Kalau Tuhan menempatkan mereka di jabatan mereka sekarang, tentu akan ada berkat dan Tuhan akan memampukan mereka.
Ketika mereka telah melakukan tugas mereka, lantas mengapa kita tidak melakukan tugas kita?
Be First to Comment