Bagi pecandu sepakbola tentu tidak melewatkan insiden yang terjadi dalam laga Uruguay kontra Ghana pada babak perdelapan final piala dunia 2010 Afrika Selatan.
Pada menit terakhir babak perpanjangan waktu, Dominic Adiyiah menyontek bola ke gawang Uruguay dalam sebuah kemelut di mana kiper sudah mati langkah. Namun, Luis Suarez yang berada di tengah gawang menahan laju bola yang “pasti masuk” dengan tangannya. Sejurus kemudian wasit memberinya kartu merah dan menghadiahi Ghana tendangan penalti, namun Asamoah Gyan gagal menaklukkan Fernando Muslera karena bola mental setelah membentur mistar gawang.
Ghana tidak terima karena merasa telah dicurangi dan beranggapan bahwa merekalah yang lebih pantas menang bila Luis Suarez tidak menggunakan tangan untuk menepis bola. Lebih lagi, Komisi Disiplin FIFA akan membahas hukuman tambahan bagi Luis Suarez atas ancaman perbuatan tidak sportif dari peraturan tentang fair play.
Kalau menurutku, Luis Suarez dan Uruguay telah mendapat hukuman yang setimpal atas hal ini. Terlepas dari kemenangan mereka atas Ghana melalui adu penalti, hukuman maksimal bagi handsball yang disengaja adalah kartu merah. Plus, pelanggaran yang dilakukan di kotak penalti akan diganjar hukuman penalti. Jadi, Uruguay telah menerima hukuman dengan penuh. Kemudian apabila disebut bahwa Luis Suarez tidak menaati fair play, bagian yang mana? Perbuatannya telah dihukum, dan salah Ghana sendiri yang tak mampu memaksimalkan peluangnya. Tendangan penalti adalah cara mencetak gol yang paling mudah dalam permainan sepakbola, dan bahkan mereka tak mampu melakukannya! Apakah tim yang seperti ini pantas menang?
Mari bicara fair play. Telah 2 kali kulihat pemain Spanyol bermain teater di atas lapangan. Fernando Torres pura-pura jatuh berguling-guling karena pelanggaran yang sebenarnya tak disengaja oleh Marco Estrada (Chile vs Spanyol), sedang Joan Capdevilla meraung-raung setelah sentuhan oleh Ricardo Costa (Spanyol vs Portugal), tapi nyatanya kedua pemain ini tak tersentuh oleh fair play!
Lantas, definisi fair play itu apa? Bahkan kata-kata dalam undang-undang pun bisa dimaknai berbeda-beda oleh setiap orang.
Sudahlah Ghana, kekalahan itu pahit rasanya, tapi segala sesuatu yang tidak membunuh kita akan membuat kita jadi lebih kuat.
Be First to Comment