Ikutan nimbrung ah soal New7Wonders yang lagi gencar diobrolin di dunia maya dan dunia nyata. Bahkan tokoh sekelas Jusuf Kalla dan Presiden SBY ikut mempromosikan Pulau Komodo mewakili Indonesia dalam kontes pemilihan “7 Keajaiban Dunia Baru” itu.
Sudah lama Indonesia mulai berpromosi dalam rangka mencari kemenangan dalam ajang ini, termasuk mendorong masyarakat Indonesia untuk mengirim sms dukungan. Hanya saja, akhir-akhir ini banyak orang mulai mempertanyakan apakah New7Wonders itu scam ataukah benar-benar asli.
Para penentang New7Wonders pun mulai membeberkan fakta-fakta yang mereka kumpulkan dan mereka kompilasi ke dalam artikel-artikel, termasuk dalam blognya mas Priyadi yang banyak jadi rujukan dalam penentangan akan New7Wonders.
Aku sendiri tidak pernah mempermasalahkan, apakah New7Wonders ini asli atau benar-benar scam. Mengapa?
Pertama, sebenarnya aku berterimakasih pada New7Wonders, karena dengan masuknya Pulau Komodo dalam New7Wonders, promosi pariwisata ke Pulau Komodo semakin digenjot oleh banyak pihak. Promosi itu selalu berdampak baik pada yang dipromosikan, walaupun New7Wonders pada akhirnya akan terbukti sebagai scam. Seperti yang telah dipahami oleh marketer, kita membutuhkan event sebagai pemicu promosi. Sama halnya dengan hari valentine, hari Natal, dan Tahun Baru yang dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebutuhan promosi kapitalisme. Dengan semakin banyak promosi akan Pulau Komodo, maka keindahan Pulau Komodo akan semakin dikenal. Bahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Komodo sekarang sangat diminati, termasuk komodo yang ada di kebun binatang, dan acara petualangan yang terkait komodo, semuanya diminati. Maka, apa ruginya bagi kita?
Ada yang bilang, dengan mengirim sms, kita rugi. Rugi bagaimana kalau sms itu berharga Rp1 persms atau bahkan gratis? Ada juga yang bilang bahwa data pengguna akan dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggungjawab. Faktanya, tidak perlu menggunakan cara vanity scam dengan metode polling sms untuk mendapatkan data telepon pengguna. Baru saja beberapa hari yang lalu ada operator telepon di Amerika Serikat sana yang mengaku bahwa mereka MENJUAL DATA PENGGUNA pada pihak lain, di antaranya Verizon dan Sprint (sumber : Kompas Tekno), bukan tak mungkin penjualan data selular ini merupakan hal lumrah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Jadi kesimpulanku, tidak masalah apakah New7Wonders itu scam, karena sudah menjadi picu bagi promosi wisata Pulau Komodo yang lebih luas. Selama tidak ada yang dirugikan, mengapa tidak?

–