Pembicaraan basis data tidak dapat dipisahkan dengan teknologi komputer, karena teknologi basis data dan komputer berkembang beriringan. Perkembangan teknologi pengelolaan basis data mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan penggunaan komputer. Sebagai contoh, pemakaian teknologi basis data dalam pengelolaan data yang berjumlah besar untuk keperluan bisnis, keteknikan, pendidikan, kesehatan, hukum, perpustakaan, dan sebagainya, akan sangat efisien bila komputer digunakan. Namun demikian, sebelum melangkah pada pembicaraan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan istilah basis data.
Category: <span>Computer!</span>
Pada FORTRAN, Subprogram ada 2 macam:
1. Subprogram FUNCTION
Bentuk umum:
FUNCTION nf(arg1, arg2, …, argm)
Penjelasan:
? nf = nama subprogram FUNCTION, yang sekaligus menjadi nama variabel outputnya, apabila namanya real, maka sifat functionnya real dan bila nama FUNCTION-nya integer, maka sifat functionnya integer.
? arg1, arg2,…, argm = argumen-argumen yang dikirim dari program pemanggil ke subprogram FUNCTION. Argumen boleh berupa variabel maupun konstanta, boleh real maupun integer.
Bahasa pemrograman FORTRAN termasuk bahasa pemrograman yang sangat tua. Untuk penanganan error, FORTRAN sangat bergantung pada kemampuan hardware dan fitur hardware untuk mengecek terjadinya error.
Pada operasi read di mana error dapat dideteksi oleh hardware input, pemrogram FORTRAN dapat mengantisipasinya dengan membuat kode yang akan dieksekusi ketika error terjadi. Contoh statement nya sebagai berikut:
Selayang Pandang BGP
Border Gateway Protocol (BGP) merupakan sebuah protokol routing inter-Autonomous System. Protokol ini dibuat berdasarkan pengalaman diperoleh dari teknologi EGP. Fungsi utama sistem BGP adalah untuk bertukar informasi network yang dapat ‘dijangkau’ (reachability) oleh sistem BGP lain, termasuk di dalamnya informasi-informasi yang terdapat dalam list autonomous system (AS). BGP berjalan melalui sebuah protokol transport, yaitu TCP.
Istilah Autonomous System (AS), sistem otonom, menurut definisi klasik adalah seperangkat router yang berada di bawah otoritas/administrasi teknis tunggal. Untuk merutekan paket antar-AS internal, kita akan membutuhkan Interior Gateway Protocol. Sementara untuk merutekan paket ke AS lain, kita membutuhkan Exterior Gateway Protocol.
Menyambung tulisanku kemarin yang membahas plagiasi tulisanku di blog lain, aku jadi yakin bahwa tidaklah berbahaya jika sindikasi (RSS, Atom, dsb) kita setting “tulisan penuh”, bukan ringkasan. Ada anggapan bahwa jika tulisan kita ditemukan di lebih dari 1 blog maka akan menjadi duplicate entry yang tidak disukai Google.
Beberapa waktu yang lalu aku banyak mengamati kinerja kantinmilan.org yang sangat lambat mengambil feed anggotanya yang jumlahnya sudah mulai membengkak, entah apakah karena memang disetting begitu atau karena kelemahan plugin, yang jelas butuh waktu lama agar posting baru muncul di kantinmilan.
Jam 7.12 pagi. Aku sudah standby di depan PC kantor demi menuntaskan rasa penasaranku pada virus Kido. Hahay, akhirnya terbunuh juga si Kido.
Awalnya aku berpikiran bahwa Autorun.inf bikinan Kido tidak bisa dihapus karena masih ada virus yang berkeliaran di memori. Tapi lantas aku berpikir, masa sih bisa gitu, padahal PC yang kupakai ini sudah kupasangi KIS dengan update terbaru.
Aku sedang pesimis pada monetisasi keempat blogku. Sudah 2 bulan aku memasang iklan, hingga kini baru mendapat 3300 rupiah. Padahal ketika aku memasang iklan banyak-banyak, blogku susah di-load. Parah ah.
Akhirnya kuputuskan untuk membuang sebagian besar iklan berat itu, dan sedikit berharap pada jualan link walaupun hingga sekarang tak ada berita perkembangan penjualan link ku yang baru dapat 3 dolar itu.
Kali ini aku pusing. Tak bisa mendeteksi jenis virus yang menyerang PC rumah yang sekarang kupakai ini.
Coba lihat gambar.
