TOEFL Score : 610

Mau kubangga-banggain dikit, catet di blog, bahwa di tes toefl terakhir kemarin aku bisa dapet skor 610. Oh Yeah!

Ngomongin toefl, bagiku mau tidak mau harus kembali ke masa lalu, sekitar tahun 2004, di jaman kuliah. Waktu itu aku mengambil matakuliah Bahasa Inggris 2. Sungguh tak kusangka, di sesi ujian akhir semester, aku datang ke kampus setelah ujian bahasa Inggris selesai! Kenapa bisa?
Beberapa minggu sebelumnya, jadwal ujian keluar. Aku yang malas melihat pengumuman (karena papan pengumuman jadwal ujian terletak sekitar 500 meter dari lokasi kuliah), meminjam catatan jadwal teman dan menyalinnya ke buku catatanku. Celakanya, jadwal itu salah tulis! Yang harusnya sesi 2 jadi sesi 3. Alamak.
Aku sempat menemui dosen bahasa Inggrisku waktu itu, Bu Endang. Tapi kebijakan beliau memang tanpa kompromi. Tapi aku juga bersyukur bahwa beliau tidak memberiku nilai E bahkan F, melainkan dikosongkan!
Apa beda nilai E dan dikosongkan? Ternyata, E bernilai 0 dan bobot SKS dihitung dalam perhitungan IPK, sedangkan kalau dikosongkan, bobot SKS tidak dihitung. Lega 😀
Mungkin ada yang bertanya-tanya apakah teman yang kusalin jadwalnya itu juga ikut salah jadwal. Ternyata tidak. Dia sempat diberitahu teman lain kalau ternyata jadwalnya salah via telepon genggam, sedangkan waktu itu aku sungguh tak mampu membeli sebatang handphone.

Nah, konsekuensi dari kesalahanku itu, aku terpaksa mengulang pelajaran ini di tahun berikutnya. Ketidakberuntunganku mulai berubah. Di sesi mengulang ini aku terus menerus di-drill soal-soal TOEFL oleh dosen yang sama, yang jadi salah satu dosen favoritku. Dua jam seminggu selama 6 bulan, terus-terusan mengerjakan soal-soal TOEFL. Tidak hanya mengerjakan soal lalu dikoreksi, beliau memberikan tips dan trik menyelesaikan soal-soal ini dengan baik.

toefl ets

Lima tahun telah berlalu sejak latihan keras tentang TOEFL, tapi ternyata pengetahuan itu masih ada di kepala, jadi waktu kemarin tes institutional TOEFL dapet skor lumayan : 610, dan ternyata mengalahkan salah seorang kasi-ku yang udah pernah mengambil S2 di luar negeri.

Not bad lah, semua kejadian pasti ada hikmahnya 😀

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.