“Shoot all the blue jays you want, if you can hit ’em, but remember it’s a sin to kill a mockingbird.”
Buku “To Kill A Mockingbird” karya Harper Lee merupakan salah satu buku paling luar biasa yang pernah saya baca. Tidak heran kalau penulisnya diganjar penghargaan Pulitzer atas karyanya yang satu ini. To Kill A Mockingbird menceritakan dengan detail kehidupan masyarakat Amerika Serikat daerah Maycomb County di Alabama pada awal abad 20. Dikisahkan dengan panjang lebar hari-hari kehidupan keluarga Finch dengan Atticus sebagai kepala keluarga, Jem Finch sang kakak dan Jean Louise – atau biasa dipanggil Scout – si adik perempuan usia 8 tahunan sekaligus tokoh pencerita. Dengan demikian buku ini seluruhnya memberi gambaran kehidupan dari sudut pandang anak kecil.
Berbagai kisah petualangan khas anak-anak diceritakan dalam novel ini, pun demikian sama sekali tidak mmembosankan. Harper mampu menggambarkan masing-masing karakter dalam novel ini dengan sangat detail tanpa harus terdengar klise. Pun ia juga mampu menyiapkan satu karakter khusus nan misterius yang nanti di akhir novel akan memiliki peran nyata Arthur “Boo” Ridley.
Konflik dalam novel mengkisahkan seorang negro, Tom Robinson, yang dituduh memperkosa seorang gadis kulit putih Mayella Ewell. Tuduhan yang terasa mengada-ada ini dilaporkan oleh ayah Mayella, Robert “Bob” Ewell, yang sayangnya para juri telah mengambil keputusan bahkan sebelum persidangan dimulai. Ya, masa itu merupakan masa di mana orang-orang kulit hitam berada di kasta terbawah bangsa Amerika Serikat. Atticus Finch seorang pengacara paling andal dan orang paling jujur di kota itu pun tak mampu menyelamatkan Tom dari tuduhan yang mengada-ada. Pergolakan batin Jem yang semakin dewasa dan Scout yang tak terima akan perubahan diri Jem, semakin menambah serunya novel ini.
To Kill A Mockingbird merupakan novel yang sarat makna. Setiap karakter menggambarkan sifat manusia yang punya kelemahan, dan bagaimanapun keadaannya, manusia tetap tidak boleh memperlakukan orang lain dengan prasangka. Atticus mengajarkan bagaimana menjadi orang yang baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Be First to Comment