Barangkali film ini akan mengawali Perang Dunia III!
Perang yang akan memiliki karakter jauh berbeda dengan perang dunia sebelumnya, akan menjadi perang teknologi, perang cyber, peralatan perang yang jauh lebih canggih, dan mungkin membawa kehancuran yang lebih besar dibanding PD 1 dan PD 2.
Diceritakan, seorang presenter acara tv yang sangat populer, David Skylark (James Franco) yang membawakan acara talkshow Skylark Tonight, menjawab tantangan produsernya, Aaron Rappaport (Seth Rogen) untuk membawa acara talkshow ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Dave mengusulkan untuk mewawancara Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara. Demi rating yang tinggi maka disiarkanlah rencana itu ke seluruh negeri.

Kebetulan sekali Kim Jong Un (Randall Park) merupakan penggemar berat acara Dave, dan diundanglah kedua orang ini, Dave dan Aaron, ke Pyongyang untuk mewawancarai sang pemimpin Korea Utara. CIA memiliki rencana lain terhadap kedua protagonis ini, yakni memberi misi pada mereka untuk menghabisi Jong Un, sebab sedari awal film ini, Jong Un digambarkan sebagai pemimpin jahat yang mengancam keselamatan Amerika Serikat dengan rudal nuklir jarak jauh. Demi mendapatkan persetujuan Dave, CIA pun mengirim agen Lacey (Lizzy Caplan) untuk merayu Dave. Karena ini adalah film komedi (dewasa), maka jadilah Dave berangkat ke Pyongyang dengan membawa racun canggih milik CIA yang ditujukan pada Jong Un.
Malang bagi Dave, racun yang telah dipindah dari tas khusus bikinan CIA ke dalam bungkus permen karet pun dimakan oleh salah seorang pengawal pribadi Jong Un, dan Aaron mesti mengambil paket yang berisi racun pengganti. Dave sendiri pada ceritanya tidak menemukan segala hal yang dituduhkan pada Jong Un, sebab ia melihat kemakmuran di jalanan Pyongyang, sampai suatu saat ia sadar bahwa semuanya hanyalah tipuan belaka.
Memang tidak mengherankan Pyongyang murka pada Hollywood, khususnya Sony Entertainment, sebab film ini memang memberi segala gambaran yang buruk terhadap Kim Jong Un dan metode pemerintahannya. Dari sisi ceritanya sendiri, cukup menghibur, walau kita mesti melihat perkembangan politik selanjutnya terhadap hubungan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat dan dunia.
Be First to Comment