Si Vis Pacem Para Bellum

Si Vis Pacem Para Bellum
Jika ingin damai, maka harus bersiap perang

Orang normal seperti saya akan berpikir 2 kali untuk mengucapkan kata-kata ini. Perang sama sekali bukan sesuatu yang menyenangkan. Perang meresikokan nyawa.

Dan apakah yang akan kamu berikan sebagai ganti nyawamu?

Segala perang dengan alasan apapun seharusnya tak dapat dibenarkan. Generasi yang tak pernah merasakan perang barangkali dengan mudah berucap perang. Namun sebagaimana orang bijak berkata,

Belajarlah dari masa 3000 tahun, jika tidak, maka hidupmu akan sia-sia

Sejarah amat penting dipelajari. Di sana kita, manusia, mengerti di mana kejatuhannya dan berharap tak terjadi lagi di masa yang akan datang. Mereka yang memiliki senjata kekerasan selalu mau maju ketika jalan damai tak tercapai.

Kenyataannya, kematian mereka yang terlibat dalam perang, sejatinya tak layak mereka terima. Sebab mereka mati hanya demi kepentingan segelintir orang. Bak pion di garis depan papan catur yang selalu menjadi tumbal dalam konflik.

Maka kalimat itupun harus diubah : Jika ingin damai, maka berdamailah.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.