Sering sekali kita melihat iklan makanan atau minuman yang mengklaim bahwa produknya menggunakan sari buah alami. Dengan gaya meyakinkan, para model iklan mencoba mempengaruhi pikiran penonton bahwa produknya berasal dari buah asli. Namun benarkah begitu?
Kalau dipikir secara logika, amat tidak efisien memeras jeruk untuk produk minuman sari jeruk. Tenaga dan biaya yang dikeluarkan akan tidak berimbang dengan hasil yang diperoleh. Untuk itulah digunakan ester, senyawa kimia yang memiliki aroma khas. Ester dengan variannya mampu menyajikan rasa buah-buahan seperti jeruk, durian, nanas, dan tentu saja ester dapat diproduksi secara massal sehingga dapat dipakai sebagai substituen sari buah asli. Itulah sebabnya pada daftar komposisi kita amat jarang melihat “sari buah asli” terpasang di situ (kecuali produk olahan tradisional / rumah tangga), artinya produk itu memang tidak menggunakan sari buah asli. Kenapa di daftar komposisi orang menaruh data asli? Karena seingatku ada aturan yang mengatur bahwa produk makanan harus disertai komposisi penyusunnya agar konsumen yang peka makanan dapat memilih sesuai yang mereka kehendaki. Namun aturan ini tampaknya tak berlaku di dunia periklanan.
Jika aturan ini diterapkan di dunia periklanan, niscaya amat sedikit iklan yang “bagus” ya? 😀
Be First to Comment