Beberapa peristiwa yang melibatkan Indonesia dan Malaysia berujung pada tumbuhnya kebencian pada Malaysia. Rakyat Indonesia rupanya ingin perang melawan Malaysia. Dengan mengingat kembali masa lampau, Soekarno dan gerakan ganyang malaysia-nya, banyak sekali yang menginginkan peperangan dikobarkan.
SBY justru ingin damai.
Perang. Sejarah terkelam umat manusia. Aku heran, betul-betul heran. Apa sih nikmatnya membunuh?

Perang tentu saja akan membawa kehancuran kedua belah pihak. Kalah jadi abu, menang jadi arang, artinya tidak ada yang menang dalam peperangan. Dari film The Pacific aku mendapat gambaran yang jelas tentang dampak dari perang.
John Basilone, pahlawan Amerika dalam perang di Guadalcanal, dianugerahi bintang tertinggi yang bisa diperoleh seorang tentara. Kembali ke medan perang dan mati di Iwo Jima. Pertanyaannya, dia dapat apa?
Lena Basilone, tentara wanita yang diperistri John Basilone. Hanya 7 bulan menikah, ia ditinggal mati suaminya dan menjanda seumur hidupnya. Pertanyaannya, dia dapat apa dari perang?
Eugene “Sledgehammer” Sledge, kembali dari medan perang dan harus mengalami mimpi buruk seumur hidupnya. Kebaikan apa yang dia dapatkan dari perang?
Barangkali generasi kita memang tak mengenal langsung dampak perang. Generasi kita sepertinya telah malas belajar sejarah. Jangan biarkan sejarah hitam terulang, kawan!
Dari segi manapun, perang tak akan membawa keuntungan. Politik, ekonomi, sosial, kemasyarakatan, akan hancur dan kita akan mundur 50 tahun ke belakang, saat Indonesia belum merdeka. Perjuangan pembangunan akan sia-sia, bahkan hancur tak bersisa.
Kita mau perang demi apa? Pride? Sebesar apa nilai pride? Toh ini hanya salah paham yang bisa diluruskan kedua belah pihak. Tak terbayang bila pada akhirnya anak-istri kita ikut jadi korban hanya oleh keinginan segelintir lelaki yang haus darah.
Maka pada akhirnya, walaupun dicap tidak tegas, saya mendukung Anda, pak SBY. Demi kemanusiaan, demi anak-anak, demi masa depan!
Be First to Comment