Sebagai seorang perencana yang baik, tentunya aku harus memperhitungkan dan merencanakan segala sesuatu dengan matang sebelum aku melakukan kegiatan-kegiatan secara simultan, termasuk kali ini, di mana aku harus pergi ke Serpong. Sendirian.
Segala sesuatu pasti punya “first time”, dan supaya tidak kesasar, aku mencoba melakukan “perjalanan percobaan” di hari Sabtu. Sebagai persiapan, aku mencari informasi jadwal kereta api dan jalur perjalanannya, di mana aku harus berangkat dari stasiun Palmerah dan turun di stasiun Serpong.
Perjalanan kumulai dari halte Gatot Subroto Jamsostek, di sini aku harus menunggu sekitar 20 menit untuk mendapat bus transjakarta yang masih punya ruang berdiri. Jam baru menunjukkan pukul 06.30 di hari Sabtu ini, tetapi bus transjakarta sudah sangat sesak! Aku turun di shelter Slipi dan sesuai peta yang kubaca, aku menuju stasiun Palmerah, yang ternyata cukup jauh bila ditempuh dengan jalan kaki, sekitar 15 menit menyusuri rel.
Sampai di stasiun, beli tiket ke Serpong, commuterline seharga Rp. 6000. Nah, sesuai dengan jadwal yang kubaca, kereta commuterline tiba di Palmerah sekitar pukul 07.06, dan berangkat setelah berhenti beberapa menit. Perjalanan melewati beberapa stasiun, di antaranya stasiun Kebayoran, Jurangmangu, Sudimara, Rawa Buntu, dan Serpong, dengan tujuan akhir kereta di Parung Panjang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-35 menit, cukup singkat menurutku, dan cukup menyenangkan karena tidak terlalu ramai di dalam kereta (konon di commuterline ini tiap pagi dan sore orang berdesak-desakan bahkan sampai ada yang pingsan. Wow, Jakarta!)
Niatku membeli sarapan di Serpong tidak kulakukan karena memperhitungkan waktu yang mulai siang, saat itu sudah menunjukkan pukul 07.35 dan kereta commuterline jurusan Tanah Abang sudah hampir berangkat. Langsung kubeli tiket commuterline dan berlari ke jalur 1 arah Jakarta.
Kereta masih sangat lengang ketika memulai perjalanannya ke Jakarta, dan baru mulai penuh dengan penumpang saat berada di stasiun Sudimara yang cukup ramai calon penumpang.
Aku tiba kembali di Jakarta sekitar pukul 08.00, tepat waktu! Dan perjalanan menuju shelter Transjakarta memakan waktu lama karena aku mengambil arah yang salah, yaitu di sisi Manggala Wanabakti (agak sungkan kalau harus menyeberang di stasiun), akibatnya harus memutar di bawah flyover. Still on foot ^_^.
Seperti yang terjadi sebelumnya, jumlah penumpang tidak seimbang dengan jumlah armada Transjakarta Koridor IX, akibatnya penumpang di dalam bus seperti ikan sardin kaleng! Berdiri tak bergerak. Sesak dan tidak nyaman.
Well then, akhirnya sampai juga di kos, sekitar pukul 09.00 dan aku masih punya banyak waktu menikmati Sabtu ini.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan krl ini adalah ketepatan waktu. Jangan sampai terlambat karena krl tidak akan berhenti lama. Kemudian bagi penumpang pria, jangan sentuh gerbong 1 karena dikhususkan bagi penumpang wanita. Dan disarankan untuk sarapan sebelum memulai perjalanan, karena ternyata melelahkan ^_^.
Bagi yang membutuhkan jadwal krl (per 5 Desember 2011) jurusan Tanah Abang – Parung Panjang bisa download di sini, dan jadwal sebaliknya yaitu Parung Panjang – Tanah Abang di sini, sedangkan jadwal yang lain bisa dilihat di edisikrl.com
Untuk rute KRL bisa dilihat di sini.
Be First to Comment