Penegak Hukum, Pembela Kebenaran, dan Pembela Yang Lemah

Orang-orang yang seangkatan denganku pasti memiliki memori ingatan pada Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan kawan-kawan. Dalam film-film anak-anak yang diputar di jaman kami dulu, kawan dan lawan dapat dibedakan dengan amat jelas. Cetho melo-melo. Yang namanya Rita itu musuhnya Power Rangers. Yang namanya Gorgom itu selalu jahat dan sudah jadi tugas Ksatria Baja Hitam untuk melawannya. Dan orang-orang macam Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam ini, dulu, kalau nggak salah dijuluki pembela kebenaran.

power rangers
Kurasa kalau masih ada Power Rangers hidup di dunia nyata, mereka mungkin tak lagi bertempur dengan nyaman, karena bisa jadi setelah memukul musuh, si musuh akan mengajukan gugatan ke pengadilan karena perbuatan tidak menyenangkan, pemukulan, atau bahkan percobaan pembunuhan. Belum lagi gugatan kalau mereka merusak fasilitas umum dan properti pribadi (karena mereka kadang bertarung di tengah kota) Baiklah itu diserahkan pada pengacara.
Sekarang kita tahu kalau hukum telah mengikat Power Rangers (dan Rita juga) sehingga sulit berbuat macam-macam. Sekarang kita jadi penegak hukum sajalah. Tapi penegak hukum juga sama pusingnya, sebab kejahatan dan kebaikan tak berwarna hitam-putih lagi. Ada banyak area samar, ada pula konflik kepentingan. Antara yang baik dan yang jahat seakan bercampur jadi satu, dan tak mungkin lagi dilihat dengan jelas. Bahkan konon hukum bisa ditafsirkan dengan seribu makna.

Ketika hukum secara absolut harus ditegakkan tanpa pandang bulu, ada pula kasus-kasus macam pencurian 3 buah kakao oleh seorang nenek yang kemudian diajukan ke pengadilan. Atau kasus-kasus perusahaan fiktif yang merugikan negara, sedang pemiliknya diatasnamakan kepada orang pengangguran dari antah berantah, bukti-bukti menyatakan mereka inilah yang bersalah, padahal mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Ketika hukum harus ditegakkan, maka mereka harus dijatuhi hukuman.

Mereka ini orang lemah, maka kita beralih pada pembela yang lemah. Ah…. aku tak punya figur pembela yang lemah, bahkan dalam film masa kecil dulu….

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.