Pak Kisno

Sukisno nama lengkapnya. Satpam yang satu ini biasa dipanggil Pak Kisno, satpam loyal kami yang bahkan telah ada di kantor sebelum aku mulai ditugaskan di sana. Namun tiba-tiba, minggu ini dia harus pindah ke lantai lain.
Tidak seperti biasa, awan mendung menggelayut di wajahnya Kamis kemarin, saat dia mampir untuk mengambil beberapa buku miliknya yang masih ada di tempatnya biasa bekerja dan kebetulan aku melihatnya saat menghampiri mesin absen. Langsunglah kuucapkan salam perpisahan, sembari sedikit berdialog.

Entah apa yang sebenarnya terjadi, tetapi ia tampak menahan air mata. Kesedihan yang timbul ini, aku yakin bukan karena acara perpindahannya yang begitu mendadak, tetapi, seperti yang ia sendiri ungkapkan, mungkin saja ia berbuat suatu kesalahan sehingga harus diganti.
Ah Pak Kis, selama 2 tahun di sini aku tak pernah melihatmu berbuat hal-hal tercela. Tetapi kejadian ini membuatmu menyalahkan diri sendiri, eh tidak, introspeksi diri.
“Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik mengintrospeksi diri sendiri, barangkali ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan”, begitu ujarnya sebelum kalimat final farewell kami ucapkan.

I’ll see you later, Mr. Kis!

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.