Pak Ade

aku : belum pulang Pak?
Pak Ade : belum mas.
aku : biasa pulang jam berapa?
Pak Ade : ya nanti kalau sudah selesai.
aku : jam? (tanyaku setengah memaksa)
Pak Ade : jam 10, nunggu jemputan.
aku : rumah di mana Pak?
Pak Ade : di Bogor.
aku : wuih. trus sampai rumah jam berapa?
Pak Ade : jam 1
aku : trus berangkat ke sini lagi jam berapa? (kantor di Gatot Subroto, Jakarta)
Pak Ade : jam 4.

Begitulah percakapanku dengan Pak Ade, salah satu klining serpis di kantor. Sebuah percakapan ringan di sela-sela pekerjaannya membersihkan ruangan. Kebetulan aku juga sedang lembur kala itu.

Tak terbayangkan bagaimana nggak punya kehidupannya beliau, dengan jam kerja begitu dan upah yang nggak nyampe sejuta perbulan.
Sudahkah beliau berkeluarga, berapa anak, rumah kontrak atau milik sendiri, sama sekali tak sempat meluncur dari mulutku dengan kesibukan beliau dan keburu-buruanku membereskan meja demi menikmati akhir pekan.

Kalau sudah begini, cuma rasa bersyukur yang timbul.
Semoga bisa membangkitkan semangatku yang sedang tidur.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.