Fenomena Jokowi memang bombastis. Popularitas tokoh satu ini memang melesat tajam setahun belakangan. Dimulai dari proyek mobil Esemka sampai wacana dicalonkannya Jokowi menjadi capres untuk pemilu 2014 sangatlah mencengangkan. Berbagai media, hampir setiap hari, menayangkan berita tentang Jokowi. Tidak terkecuali Kompas.
Saya tidak memiliki kepentingan apapun terhadap sosok Jokowi. Namun sebagai orang yang selalu dituntut berpikir kritis, pada tanggal 14 November 2013 saya menemukan sesuatu di salah satu artikel Kompas.com.

Perhatikan bagian bawah yang dilingkari merah. Di situ disebutkan akan dibuat sebuah situs berdomain di www.tertiblantas.com. Pertanyaannya, mengapa domain ini? Apa istimewanya?
Pertanyaan berikutnya adalah, apakah pernyataan ini dikutip dari ucapan Ahok (yang sedang membahas masalah Busway Kick)?
Saya pun tergelitik untuk menelisik lebih lanjut tentang domain www.tertiblantas.com ini. Menggunakan fitur whois, maka didapat hasil sebagai berikut:

Perhatikan bagian yang ditandai merah. Ternyata domain ini telah diregistrasi tanggal 16 Oktober 2013! Artinya hampir sebulan sebelum artikel berjudul Dukung “Busway Kick”, Basuki Arahkan Jempol ke Bawah ini diterbitkan Kompas.com.
Perhatikan pula siapa pemilik domain ini. Di situ tertera nama Razak Chaidir dari MarkPlus Insight. Wow!
Profil MarkPlus Insight di Indonesia pun sangat mengkilap. Perusahaan ini terkenal memberikan penghargaan bagi brand-brand ternama dengan kategori-kategori tertentu setiap tahunnya. CEO-nya pun tidak main-main: Hermawan Kartajaya! Profil ini dikenal sebagai salah satu Marketing Guru bertaraf internasional.
Maka tidak heran jika saya mulai menaruh kecurigaan, apakah artikel ini berbayar? Apakah artikel ini pesanan MarkPlus dalam rangka strategi pemasaran Ahok, yang dalam banyak kesempatan, berasosiasi sangat erat dengan Jokowi? Apabila ada satu artikel terbukti berbayar, bukankah ada peluang terdapat banyak artikel lain yang pula berbayar?
Sebagai penganut sains saya harus mendasarkan diri pada bukti, dan penelusuran saya tidak dapat membuktikan asumsi saya selain fakta-fakta yang telah saya ulas di atas.
Pelajaran yang dapat dipetik adalah, jangan mudah percaya pada koran!
Be First to Comment