Jam 5 pagi, tampaknya aku bangun kepagian. Langsung memonitor tlogosari.net yang dalam tahap maintenance, aku tercengang dengan lambatnya akses ke halaman utama karena situs penyedia iklan yang kupasang ternyata sedang down. Olala.
Tengok fesbuk ada inbox masuk dari kawan lama tentang reuni SMA yang sebentar lagi akan digelar, ideku terus berjalan menuju Google insight yang masih memajang facebook di peringkat satu keyword yang paling dicari di seantero tanah air.
Maseko.com ternyata mampu menempatkan salah satu tautan tentang facebook, yakni di sini. Ada 160 response yang ditulis pengunjung di laman ini. Wow!
Tapi aku sedikit tersenyum ketika membaca response-response yang ditulis, dari atas memang bagus, tetapi yang di bawah-bawah kacau!
…………………. said on July 19, 2009, 7:53 pm:
eh aq px sodara yg masih jomblo cpa yg mw……
aq brtw ciri”x………
1. cantik
2. maniiez
3. putih
4. pintar
5. imoetz
6. kaya
7. tp mzh klz 2 smp
8. romantiez
9. prhtian ma cwok
10.baek
11.prduli cnta & kasih
12.rmbtx panjang & bgz..
13.bxk tmnx
14.ga ska gosip
15.ga bxk omong
16.ska bntu org tua,dllcpa yg mw.kl ada smz za di 08194491****
& dy lagi carie yg namax mirza ank SMPN 9 & juga yg namax rudy jg ank SMPN 9 klo yg namax rudy yg pntr karate se kota malanag……..yg di cari ank mlg Lho….
buruan klo ga buruan ntr dy keburu laku dech………just for you
Buset deh, ada yang ngiklanin sodaranya, hehehe. Parahnya lagi, sama sekali nggak sesuai dengan topik di postingan.
Fenomena komentar-komentar pada postingan sudah beberapa kali kuamati. Pada postingan tutorial kebanyakan orang meminta tutorial yang sudah detail itu didetailkan lagi dan dikirimkan ke alamat email pribadinya. Sudah gratis, minta nambah. Atau komentar-komentar yang biasa ditemukan di kompas bola. Setiap berita yang menyangkut klub sepakbola Juventus atau Intermilan hampir selalu dihiasi komentar pendukung kedua klub yang saling mencela. Tidak percaya? Coba saja sendiri, kebetulan minggu in Juve kalah (lagi), dan para pendukungnya akan dihujani celaan. Ini salah satunya.
Aku sih melihat bahwa jumlah pengguna internet kita memang sangat besar, namun berapa persenkah dari jumlah tersebut yang benar-benar melek internet? Apakah internet sekarang hanya sekedar tren, di mana facebook jadi salah satu tujuan favorit?
Dari yang kuamati di sini sepertinya aku bisa melihat bahwa peluang kursus singkat tentang internet masih terbuka luas. Kursus singkat ini harusnya berupa praktik langsung, dan sepertinya penerbitan buku panduan semudah apapun tak banyak laku karena masyarakat Indonesia kebanyakan tak suka membaca.
Ini peluang, siapa berani mengambilnya?
Be First to Comment