Mataram Trip, At Night

Di tulisanku sebelumnya, aku telah memaparkan betapa enjoyable-nya pemandangan di tempat ini. Setelah makan malam, Agung temanku mengajakku berkeliling dengan roda dua. Perjalanan dimulai dengan menyusur jalan Udayana dan mampir sebentar sekedar minum segelas kopi. Angin cukup sejuk, dan kopi panas yang dihirup lamat-lamat memberi sedikit rasa hangat.

Mataram, ternyata kalau malam sangat sepi. Konon katanya, pembangunan di sini terkendala listrik yang kapasitasnya masih tidak mencukupi konsumsi energi penduduk, sehingga lampu malam pun hanya terbatas pada tempat-tempat tertentu, sedangkan jalan menuju hotel-hotel mewah di daerah pariwisata amat gelap.
Ditambah lagi kesulitan transportasi. Ini salah satu kendala terbesar yang kualami selama berada di Mataram – konon kota ini dulu bernama Cakranegara sebelum penyebaran agama Islam sampai di pulau ini -. Bagaimana tidak, di tempat yang hanya 10 menit dari bandara pun sangat sulit menemukan taksi. Transportasi massal rupanya tidak tergarap di sini, hanya ada mobil mirip angkutan desa yang hanya beroperasi pagi hingga siang hari, dan cidomu, sejenis dokar yang ditarik kuda.

Bila Anda ingin mencari hidangan malam hari, Anda bisa menuju jalan Pejanggik. Di seberang Mataram Mall ada sebuah warung tenda yang menyediakan ayam taliwang yang rasanya mak nyus. Cukup spicy dan pedas. Ada pula ikan goreng dan bakar di tenda ini. Aku lupa mencatat nama warung ini, namun dari info yang kudapat, warung ini buka dari pukul 5 sore hingga dini hari. Silakan dicoba, harganya tidak terlalu mahal.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.