Konsep Dasar Jaringan Seluler

Sejarah perkembangan teknologi telepon seluler
– 1947 : Amerika Serikat memulai riset telepon dalam kendaraan
– 1973 : Pada tanggal 3 April 1973, pegawai Motorola Dr. Martin Cooper menelepon pesaingnya, Dr. Joel Engel, kepala riset Laboratorium AT&T’s Bell sementara ia berjalan kaki di jalanan New York menggunakan sebuah prototipe pertama Motorola DynaTAC di hadapan wartawan.
– 1977 : Laboratorium AT&T’s Bell membuat prototipe pertama.
– 1978 – 2000 : penduduk Chicago berpartisipasi pada percobaan
– 1979 : Tokyo meluncurkan layanan jaringan seluler komersial pertama di dunia
– 1990/1991 : Sistem jaringan 2G diperkenalkan
– 1991 : Mesin pertama yang mengirim pesan SMS diperkenalkan di Inggris
– 1993 : Pesan teks SMS yang dikirim dari satu orang ke orang lain untuk pertama kalinya di Finlandia
– 2001 : Percobaan jaringan komersial 3G pertama diluncurkan oleh NTT DoCoMo Jepang di wilayah Tokyo pada bulan Mei 2001

Generasi Pertama (1G)
Generasi pertama atau 1G dikenal sebagai protokol komunikasi analog yang hanya mendukung data suara (voice only).

Generasi Kedua (2G)
Pada tahun 1990-an, teknologi jaringan seluler generasi kedua (2G) seperti GSM, IS-136 (TDMA), iDEN, dan IS-95 (CDMA) diperkenalkan. Pada tahun 1991 jaringan GSM pertama dibuka di Finlandia, bernama Radiolinja. Karakter sistem 2G ini terletak pada sistem transmisi switch sirkuit digital dan pengenalan phone-to-network signaling yang lebih canggih dan lebih cepat. Secara umum, frekuensi yang digunakan oleh sistem 2G di Eropa memiliki frekuensi yang lebih tinggi dengan beberapa overlap seperti frekuensi 900 MHz yang digunakan untuk sistem 1G dan 2G, sehingga sistem 1G segera diganti dengan 2G sepenuhnya. Di Amerika, standar IS-54 diaplikasikan pada pita frekuensi yang sama dengan AMPS dan menggantikan beberapa jalur analog.

Bertepatan dengan diperkenalkannya sistem 2G ini, berkembang pula sistem handheld / telepon seluler yang semakin kecil karena perkembangan teknologi seperti baterai yang lebih tahan lama, juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya cellular sites / BTS yang dibangun karena semakin populernya teknologi seluler.
Generasi kedua juga ditandai dengan diperkenalkannya variasi cara berkomunikasi baru, seperti SMS yang jadi semakin populer di kalangan remaja maupun kalangan biasa dan banyak menggantikan komunikasi suara.
Sistem 2G juga memperkenalkan kemampuan untuk penjualan konten media untuk ponsel ketika Radiolinja (sekarang Elisa) di Finlandia memperkenalkan ringtone yang dapat didownload dengan berbayar. Finlandia juga adalah negara pertama yang mencetuskan iklan melalui SMS dan layanan berita gratis via SMS yang disponsori oleh iklan.

Generasi Ketiga (3G)
Tidak lama setelah diperkenalkannya teknologi 2G, pengembangan dimulai untuk sistem generasi ketiga. Namun muncullah banyak standar dengan para pencipta yang berusaha mempopulerkan teknologi mereka sendiri. Berbeda dari sistem 2G, 3G distandarisasi oleh IMT-2000 yang tidak menstandarisasi teknologinya melainkan persyaratan minimal yang harus dipenuhi (2 Mbit per detik maksimum di dalam ruangan, 384 Kbit perdetik untuk di luar ruangan). Dalam hal ini, visi satu standarisasi dunia tidak bisa tercapai dengan beberapa standar yang berbeda diperkenalkan sekaligus.
Jaringan 3G percobaan pertama diperkenalkan oleh NTT DoCoMo di Jepang untuk mengimbangi teknologi CDMA2000 1xEV-DO yang diluncurkan oleh SK Telecom dan KTF di Korea Selatan, dan Monet di Amerika Serikat (Monet kemudian bangkrut). Pada akhir 2002, jaringan WCDMA kedua diluncurkan di Jepang oleh Vodafone KK (sekarang Softbank). Pada bulan Maret, jaringan 3G di Eropa pertama kali diluncurkan di Italia dan Inggris oleh Three (grup Hutchison) yang berjalan pada WCDMA. Pada tahun 2003 terdapat 8 jaringan 3G baru, yakni 6 dengan WCDMA dan 2 dengan standar EV-DO.

Dalam perkembangan sistem 3G, sistem 2,5G seperti CDMA2000 1x dan GPRS dikembangkan pada jaringan 2G. Teknologi ini menyediakan beberapa fitur 3G tanpa harus menyediakan transfer data tinggi dan layanan multimedia. CDMA2000-1x secara teoritis mampu menyediakan maksimum 307 Kbit perdetik. Di atas teknologi ini adalah sistem EDGE yang hampir memenuhi seluruh persyaratan 3G.
Pada akhir 2007 terdapat 295 juta pelanggan jaringan 3G di seluruh dunia, yang merupakan 9% dari total pelanggan jaringan seluler. Sekitar 2/3 dari jumlah itu menggunakan standar WCDMA dan sisanya menggunakan standar EV-DO dengan total pendapatan 120 miliar dolar Amerika.

Generasi Keempat
Generasi ini diharapkan mampu menggantikan teknologi 3G. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) secara resmi menyebut 4G sebagai “3G and beyond”. Teknologi 4G menggunakan teknologi jaringan berbasis Internet Protocol yang disebut WiMax yang akan meningkatkan kecepatan download hingga 4 kali kecepatan teknologi sekarang.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.