Kentalnya SARA di Bangsa Ini

bhinneka tunggal ika

Indonesia seharusnya merupakan bangsa yang berbeda-beda namun tetap satu jua, seperti yang tercermin dalam frasa di atas, yang terdapat dalam lambang negara.
Tetapi tak dapat dipungkiri kenyataan bahwa manusia Indonesia tak semuanya mampu menerima perbedaan, tak mampu menerima orang lain yang berbeda dari dirinya. Pendapat sempitnya barangkali selalu mampu meyakinkannya bahwa dirinya dan seluruh atribut miliknyalah yang paling benar, sedang yang lain patut dilabeli sesat.

Aku sempat mendengar pernyataan salah satu politisi Indonesia, saat isu istri Boediono Katolik merebak, orang itu (entah politisi yang mana) terang-terangan mengatakan bahwa Indonesia harus dipimpin oleh kaum (agama) mayoritas. Dan tak ada polemik dengan pernyataannya itu, padahal menurutku kalimatnya mengkhianati dasar negara Indonesia.

Isu agama sangat sensitif di Indonesia, karena itulah aku tak pernah menonjolkan keyakinanku pada orang lain. Aku tak pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang sekiranya ofensif pada kepercayaan orang lain. Aku masih terus percaya bahwa keyakinan adalah milik pribadi orang dan tidak untuk diumbar.
Kejadian terakhir yang sangat mengecewakanku, yang hingga kini aku tak habis pikir, adalah ketika kantorku mengadakan kegiatan internal outbond. Kegiatan ini katanya wajib, yang tidak ikut harus mengisi formulir khusus. Outbond dilakukan di hari Minggu. Ya, Minggu. Aku tak akan berkomentar pada para perencana, tak akan berkomentar apakah ini akan menimbulkan ketidakadilan. Tidak. Hanya sedikit menyesalkan, barangkali tak ada yang tahu jadwal ibadah agamaku yang jelas-jelas merupakan hari libur resmi pemerintah tiap weekend.
Tentu saja aku mengisi formulir. Dan ketika aku mengumpulkan formulir dengan alasan mengikuti ibadah, pegawai SubBag Umum bertanya padaku, “Mas, nggak ada alasan yang lebih bagus lagi?”

Hah?
Aku merasa disudutkan.

~Menurutku sudah tak ada lagi orang Indonesia yang ingat Pasal 29 UUD 1945~

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.