Hampir 5 tahun sejak aku membeli komputer rakitan ini. Dipersenjatai dengan mainboard murah dari ECS yang dipaket sekaligus dengan prosesor dan kartu grafis, harganya muat di kantongku yang bolong-bolong. Tapi walau murah, mainboard ini dilabeli garansi 5 tahun, dan memang mesinku tak pernah ngadat di bagian mainboard-prosesor-VGA. Hanya 2 kali ganti memori dan 4 kali ganti optical device, tetapi masalah sama sekali tak pernah menyentuh produk ECS-ku, kecuali satu kali saat aku dengan bodohnya menghapus BIOS, yang akhirnya membuat sang motherboard seperti kehilangan nyawa dan akhirnya kutukar ke tokonya.
Kemarin setelah banjir surut aku mencoba menghidupkan komputer untuk sekedar mencari dan mengirim informasi di internet, namun komputerku tak mau mengeluarkan sebuah “beep” indah yang biasanya berbunyi tiap kali booting normal. Kucoba menekan tombol restart untuk membooting ulang pun tak bisa. Tombol ini mati. Mematikan mesin dengan menekan tombol power agak lama pun sia-sia karena sepertinya mesin ini hilang kendali. Terpaksa kumatikan paksa dari stop kontak.
Awalnya aku mengira memorinya mati karena kemarin dulu juga begitu. Beruntung, memoriku masih bergaransi sampai bulan April 2009, artinya masih ada waktu. Segera saja kubawa ke tokonya supaya diperiksa yang ternyata memori baik-baik saja. Aduh, pusing….
Aku bingung di mana kerusakannya, karena kode beep (kode error) pun tak ada. Akhirnya kubongkar dan kubersihkan, karena menurut ibuku hal ini pernah terjadi sewaktu selesai banjir kemarin dulu ketika aku masih di Papua, mesin ini pernah dibawa ke tukang reparasi tetanggaku sendiri, dijemur, dipasang lagi, terus hidup. Tapi setelah kubongkar dan kupasang lagi, mesin tetap tak menyala. Frustrasi, aku membiarkan saja komputerku menyala tanpa nyawa setelah meng-clear CMOS. Clear CMOS dilakukan dengan cara mencabut jumper CMOS dan memasangnya kembali ke pin 2-3 selama beberapa saat, kemudian pasang lagi ke tempat semula.
Setelah agak lama mesin hidup, aku mengecek kabel yang tersambung pada port IDE, barangkali ada kabel longgar. Nah, tepat ketika mainboard bergoyang karena aku menarik-narik kabel IDE, secara ajaib mesinku hidup dan bernyawa! Beep pun muncul, walau diikuti dengan 3 beep lainnya yang menandakan ada error (dua kali beep dan sekali beep artinya peripheral ada yang tidak lengkap, semisal keyboard).
Nah, dari kejadian ini aku menduga masalah ada pada baterai CMOS. Lima tahun sepertinya menjadi limit hidup sang baterai dan harus diganti.
Kalau belum sempat mengganti, bila nanti mati lagi coba hidupkan mesin kemudian goyang-goyangkan sedikit mainboardnya, siapa tahu keajaiban kembali datang 🙂
Be First to Comment