Kaka Ditukar Duit, Siapa Takut?

Akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan tentang rencana Manchester City yang ingin menggaet Kaka. Tak tanggung-tanggung, City bersedia membayar 100 juta pounds!
Angka demikian besar yang disodorkan City ternyata belum mampu meluruhkan hati Milan untuk melepas salah satu gelandangnya, maka City berencana menaikkan tawarannya hingga 243 juta pounds atau 3,9 triliun (sumber : detiksport)

Perincian biayanya adalah sebagai berikut:
* 108 juta pounds (Rp 1,7 triliun) untuk Milan.

* 108 juta pounds (Rp 1,7 triliun) untuk menggaji Kaka plus menanggung pajaknya. Kaka bisa mendapat gaji bersih 13,28 juta pounds (Rp 217 miliar) per tahun, atau 255 ribu pound (Rp 41, miliar) per minggu!

* 27 juta pounds (Rp 442 miliar) untuk biaya makelar (agen), pihak-pihak terkait, panjar, dan lain-lain.

Kalau aku jadi pemilik Milan, tentu saja Kaka kulepas, dengan kompensasi uang tentunya. Bukan karena aku fans Juventus lantas tak ingin Kaka di Milan, tidak. Biarpun tifosi Juve aku juga punya respek pada Kaka dan Milan.
Nah, coba kita pikirkan. Jikalau Milan mendapat 108 juta pounds, tentu saja ini modal yang sangat berharga untuk memperbaiki sektor lain yang lemah, terutama defensif. Toh Milan telah mendatangkan Ronaldinho, dan konon kabarnya kedatangan Ronaldinho ini sedikit banyak merusak ritme permainan Milan yang telah menyatu dengan Kaka sebagai rohnya.
Orang tak bisa memainkan 2 fantasista bersamaan. Tak ada pasukan yang memiliki 2 jenderal sekaligus.
Memposisikan Ronaldinho sebagai pengganti Kaka juga bukan pilihan buruk. Ingat bagaimana Barcelona mampu menjuarai Liga Champions dengan Ronaldinho sebagai andalan. Dan jangan lupa, Milan masih memiliki Yoann Gourcuff yang musim ini dipinjamkan ke Bordeaux, dan ia sangat bersinar di sana!

Dari sisi permainan, kehilangan Kaka dan digantikan Ronaldinho kurasa tak akan banyak mempengaruhi kreativitas lini tengah. Dengan lebih leluasanya Ronaldinho bergerak, diharapkan mampu menghilangkan predikat sebagai transfer terburuk Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Andrea Pirlo, Massimo Ambrossini, Clarence Seedorf, dan David Beckham tentu saja bukan nama-nama yang patut diremehkan untuk mendukung kinerja Ronaldinho. Memang mungkin Milan masih perlu mencari pengganti Gattuso yang cedera dan Flamini yang masih belum “nyetel” dengan permainan Milan, namun secara garis besar, kerangka tim ini sangat kuat.

Dari sisi finansial, tambahan 108 juta pounds tentu saja membuat Milan punya dana longgar untuk mendatangkan beberapa pemain kelas dunia sekaligus. Dengan dana ini Milan mampu membeli 3 orang Rio Ferdinand (yang dibanderol 30 juta pounds saat digaet Manchester United dari Leeds United)!

Nah, bila dengan hitung-hitungan finansial Milan untung besar, sekarang tinggal permasalahan apakah Kaka mau pindah ke Manchester City atau tidak.
Menurut detiksport, Maldini bilang bahwa Kaka tidak mata duitan. Well, menurutku ini bukan masalah sang pemain mata duitan atau tidak. Jikalau pihak klub memang ingin melepas Kaka, sebagai seorang profesional tentunya tak masalah di manapun ia bermain. Bahkan jika belajar dari transfer Robinho, ia sekarang menjadi dewa baru di Manchester City, bahkan ban kapten pernah mampir di lengannya. Jadi jika Kaka terus bermain bagus di klub manapun, aku yakin karirnya akan makin mengkilap. Uang memang bukan segalanya, dan menerima banyak uang dari hasil transfer bukanlah indikasi seseorang mata duitan. Uang hanyalah suatu penanda bahwa seseorang hidup dalam dunia profesional.
Aku ingat pernyataan seorang Gianluigi Buffon yang bersedia pindah dari Juventus jika dengan kepindahannya pihak klub mendapatkan keuntungan yang besar sehingga mampu memperkuat tim. Inilah karakter juara sejati!

Jadi, transfer Kaka ke Manchester City, kenapa tidak?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.