Indonesia, setelah 65 tahun merdeka rupanya (diam-diam telah) meninggalkan asas koperasi dan berselingkuh dengan sistem kapitalis. Sistem kapitalis memang disukai penggemar duit besar. Money rules. Mereka yang punya uang terus melakukan ekspansi demi uang yang lebih banyak. Kalau dahulu kita masih bisa menjumpai toko-toko kelontong kecil, kini toko waralaba menggurita di mana-mana.
Contoh berikut yang sungguh menyesakkan. Setiap kali lebaran dan hari-hari besar lainnya, harga tiket melonjak-lonjak tak terkendali. Mereka yang menguasai pasar transportasi tersenyum lebar, menampilkan gigi-gigi drakulanya yang siap menghisap setiap rupiah penumpang-penumpang yang mau tak mau harus mau membayar lebih untuk layanan yang BAHKAN TAK LEBIH ISTIMEWA dibandingkan tiket harga biasa!
Ooohhh, mereka beralasan harga mengikuti lonjakan permintaan. Bukankah justru itu ciri kapitalisme? Tuan-tuan dan nyonya-nyonya yang terhormat, Andalah penjajah baru Indonesia. Selamat! Anda sukses besar menggantikan Belanda dan Jepang dan menobatkan diri sebagai pembawa panji imperialisme moderen. Anda membangun kerajaan uang di atas keringat para buruh yang terus diperas. Anda menggunakan segala cara demi uang.
Tapi kasihan, sepertinya Anda juga tidak merdeka. Anda dijajah oleh uang!
Be First to Comment