Goodbye My Adenium

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, termasuk diriku tentunya. Saat mulai mengembangbiakkan adenium hampir setahun yang lalu, aku tak pernah menyangka bahwa banjir 1 hari mampu melenyapkan kerja keras dan biaya mahal yang telah kukeluarkan selama ini hanya untuk membeli medium dan pot.

Seluruh bibit adenium yang kutanam punah ditenggelamkan banjir. Sekarang semuanya layu, sedih aku melihatnya.
Aku sendiri yang mengembangbiakkan adenium ini mulai dari penyerbukan, pemupukan, pembibitan, hingga pemindahan ke pot-pot kecil, dan semuanya tampak sia-sia. Sekarang adenium-adenium kecilku layu dan mulai mengering. Tak ada yang bisa kulakukan karena air banjir kemarin mengandung bensin dan oli dari bengkel tetangga yang tentunya meracuni tanamanku yang terendam seluruhnya.

Sekarang yang tinggal hanya graftingan ayahku yang setidaknya menjadi hiburan dan kenangan sisa-sisa perjuangan kala aku jatuh cinta pada tanaman ini.

Aku sedang tak berniat membicarakan adenium saat ini….

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.