Kejadian ini kualami hari Minggu sore, ketika itu aku dimintai tolong oleh Pak Suryo, salah satu penghuni rumah kos campur yang kutinggali selama aku di Jakarta. Ceritanya, laptop Pak Suryo ini nggak bisa detect flash disk. Device flashdisk sebenarnya ke-detect, bahkan ada ikon hijau di toolbar yang deket clock. Heranlah diriku, soalnya driver USB pun telah terpasang, tak ada masalah, tak ada tanda tanya di bagian USB dari device manager, hanya ada unknown device yang tak ada definisinya.
Ah well, tanpa pikir panjang aku mengusulkan untuk merepair saja instalasi windows si bapak. Pak Suryo pun setuju dan menyerahkan laptopnya. Dengan pedenya aku mulai melakukan prosedur repair (upgrade) seperti biasa.
Permasalahan terjadi di tengah-tengah proses repair, ada message yang menyatakan ada error pada services.exe. Gawat… setelah error message itu, proses tak mau jalan. Kuulangi lagi proses repair, hasilnya tetap sama.
Aku mulai frustrasi dan takut bila aku menghilangkan data sang bapak yang notabene konsultan organisasi donor konstruksi bangunan dan jembatan yang tentu saja langsung kuasumsikan bahwa data-data yang dimilikinya cukup penting, dan karena beliau tak banyak tahu komputer, aku juga memprediksi datanya disimpan di dokumen di drive C. Dengan kemungkinan ini aku tak bisa mengambil opsi instal ulang. Lagipula Pak Suryo tak membawa CD driver untuk peripheral laptopnya. Selesai sudah, pikirku. Rasa-rasanya otakku jadi beku. Ayo berpikir!!!
Aku mengambil resiko untuk membongkar harddisk dan memindahkan isinya dengan case eksternal yang kumiliki. Thank God, harddisknya SATA! Jadi case eksternalku bisa dipakai. Setelah data kupindahkan ke D, aku tak bisa langsung menginstal ulang sistem, karena beliau sangat membutuhkan sambungan WiFi yang tak akan bisa dipakai jika kuinstal ulang dengan tiadanya driver. Pusing tujuh kelilinglah sudah diriku.
Kucoba masuk ke windows seperti biasa, sudah tidak bisa. Ketika aku boot ulang, ternyata ada pilihan untuk melanjutkan repair dan membatalkannya. Langsung saja kubatalkan. Dan pilihanku ternyata benar. Walaupun harus menunggu 30 menit lebih untuk masuk ke desktop asal, lega sekali rasanya.
Sore itu aku mendapat pelajaran berharga : jangan sok tahu. Ada prosedur untuk melakukan perbaikan terhadap mesin orang lain, apalagi yang menyangkut data-data krusial.
Wew….
Be First to Comment