Cirebon Asli Rasa Tahu Gejrot

Tahu gejrot mengingatkanku pada Cirebon. Demi kenangan pada kota itu, sepulang kerja malam ini aku membeli sebungkus.
Oktober 2009. Diklat Prajabatan tiba. BDK Cirebon merupakan lokasi diklat prajab yang terkenal paling tidak representatif karena tempatnya yang hampir ditinggalkan alias tidak terawat, sebab orang-orang telah memindahkan pusat kegiatan BDK ke tempat baru di Cimahi Bandung.
Dan memang, begitulah keadaannya selama 2 minggu aku di sana.

Air terbatas, listrik sering mati, ruang kelas terlalu panas, transportasi sulit, makanan biasa-biasa saja. Itulah beberapa hal yang kualami, namun tidak membuat kegiatan 2 minggu itu jadi terlalu sulit dinikmati. Justru malah menyenangkan! Berbeda dengan diklat prajabatan di tempat lain, di sini semua serba longgar dan negotiable alias bisa nego. Kita bisa nego memindahkan jadwal dan memadatkannya supaya para pengajar bisa lebih mengefisienkan waktu, karena mereka banyak yang berdomisili di Bandung, dekat BDK yang baru.
Jadilah kami menikmati beberapa kali tidur siang dengan nikmatnya, sementara rekan-rekan kami di Jogja yang dekat markas TNI AU masih harus berpanas-panas ria sebelum makan siang. Hurrah!

Dan inilah yang membuatku selalu teringat pada Cirebon ketika menikmati tahu gejrot. Satu waktu di hari Sabtu, kami bersepakat untuk pergi jalan-jalan, dengan tujuan terakhir ke Trusmi, sentra batik paling terkenal di Cirebon. Berhubung aku salah satu orang yang paling tidak tertarik berbelanja batik, maka aku ditugasi oleh sang ketua kelas untuk mengawal para ibu-ibu peserta diklat yang sedang hamil. Jangan salah kawan, walaupun hamil, mereka tetaplah perempuan yang jelalatan melihat pakaian-pakaian bagus dan kain-kain bermotif menarik. Jadilah aku berjalan kesana kemari mengontrol para bumil. Satu kesempatan, setelah makan siang dan masih ada ruang di perut, kaum pria yang telah lelah nan bosan memilih batik menyerbu penjual tahu gejrot yang mangkal di salah satu toko. Aku kebagian seporsi. Tahu gejrot Cirebon rasanya cukup pedas, sangat terasa bawang dan cabainya. Sedikit berbeda dengan tahu gejrot yang kunikmati malam ini yang mayoritas bercitarasa gula jawa dan sedikit cabai.
Rasa pedas tak menyurutkan niat beberapa orang untuk tambah barang satu porsi lagi. Luar biasa 😀
Setelah itu kami pulang dan meneruskan kegiatan prajabatan yang dilanjutkan dengan penempatan definitif pertama kami, dan berpisah demi mengejar mimpi masing-masing.

Ingatan akan kota Cirebon, keramahan, dan kesederhanaannya akan selalu ada.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.