Cerita Toilet Berjalan

Sudah bukan rahasia lagi kalau aku suka mencoba sesuatu yang baru. Bagi orang lain mungkin bukan hal yang patut jadi perhatian, tapi aku sudah memikirkannya sejak lama: toilet di bus cepat.
Sebelum ini aku belum pernah sama sekali menggunakan toilet di bus cepat. Perjalananku sebelum-sebelumnya selalu menggunakan bus tanpa toilet. Tetapi kali ini busnya bertoilet!
Sebenarnya bus yang membawaku dari Semarang ke Jakarta juga bertoilet, tetapi saat itu sudah malam dan rasanya malas pergi ke belakang dalam gelap dan dingin. Pun sang sopir sedang asik-asiknya berkebut-kebutan sambil terus-terusan mengumpat.

Nah, bus perjalanan pulang ternyata bertoilet. Kali ini aku bertekad menggunakan toilet, apapun yang terjadi. Pukul 7 malam dengan kekuatan penuh aku menuju toilet di belakang dengan penuh perjuangan, karena pak sopir tak pernah mau memperlambat laju bus. Akhirnya sampailah aku di pintu toilet. Kucoba mengayun gagangnya yang bentuknya tak lazim, tapi pintu tak kunjung terbuka. Dengan sedikit keraguan bahwa mungkin ada orang di dalam, aku tarik sekuatnya, ternyata terbuka. Dan di dalam terang!

Langsung saja aku meneliti tempat ini. Dengan goyangan kendaraan yang begini kencang tak mungkin orang memenuhi panggilan alamnya dengan tenang kecuali amat terpaksa. Toilet yang kukira bau pun ternyata tidak berbau, entah karena hidungku buntu atau baunya tertutup oleh kamper pengharum ruangan.
Perlengkapannya cukup baik, ada satu set pembersih toilet, gayung, dan bak berpenutup yang airnya terisi cukup banyak dan bersih. Hmm… not bad pikirku. Tapi tetap saja, jika tak terpaksa, orang malas menggunakan toilet ini, karena getarannya amat besar.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.