Cari uang itu susah. Susahnya cari uang, harus banting tulang dari pagi sampai malam, nggak pernah lagi kena sinar matahari.
Sigh…. sekedar melepas penat sebelum turun ke lapangan pagi nanti. Masih terbayang kegagalan aksi di lapangan yang terakhir bulan lalu. Betapa berisikonya pekerjaanku, dan ini bikin aku iri pada teman-teman yang ada di kantor-kantor biasa. Gaji sama, banyak waktu nganggur, bisa tidur siang, selalu tenggo, uargh!
Di sini aku masih harus mengeluarkan usaha yang 3 kali lipat dibanding ketika aku di kantor daerah demi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tampak sepele -namun bertele-tele- ini. And no one recognizes my work yet! What a frustrating job.
Setidaknya aku masih dapat gaji rutin, walau belakangan ini pengeluaran sedikit tak terkendali. Heran, kenapa pengeluaran tersier yang tak sebegitu perlu itu ternyata menyedot separuh gajiku, dan pada akhirnya yang harus dikorbankan adalah uang makan. Jih, ternyata aku harus kembali ke mi instan demi menghemat beberapa lembar rupiah. Jangan ada yang melarang, jangan ada yang protes! Ini hakku, aku berhak menabung uangku sendiri. D*mn!
-sekedar frustrasi sebelum turun ke lapangan-
Be First to Comment