Berinteraksi melalui sosial media kini semakin lama semakin menjadi kebutuhan, sebab makin banyak teman kita yang lebih memilih berkomunikasi melalui sosial media ketimbang melalui media-media tradisional seperti surat, telepon atau bahkan sms. Seperti yang dikatakan Mark Zuckerberg dalam film Social Media, “people join Facebook, because their friends join Facebook“.
Namun ada sebuah fenomena yang muncul bersamaan dengan makin populernya budaya sosial media ini.
Banyak sekali kasus di mana seseorang dilaporkan mengucapkan hal-hal yang tidak pantas terhadap orang lain atau institusi tempatnya bekerja yang mengakibatkan dirinya dipecat atau bahkan mendapat sanksi yang lebih berat lagi. Di sebuah institusi terkenal di Indonesia setidaknya sudah ada 3 kasus yang melibatkan sosial media ini, bahkan yang terakhir melibatkan seorang petinggi (yang mungkin pada akhirnya hal ini juga yang membuatnya digeser dari posisinya).
Kasus lainnya seorang pegawai rendahan yang mengekspresikan dirinya di blog antah berantah (bahkan saat itu Google tidak mengindeksnya), tiba-tiba muncul ke permukaan dan link nya tersebar seperti virus. Kabar terakhir mengatakan ia mengundurkan diri.
Pada intinya, potensi seperti itu hanya terjadi apabila teman kitalah yang mengkhianati kita. Maka, telitilah sebelum mengapprove teman, berpikirlah dua tiga kali sebelum memberikan link blog Anda pada teman, berpikirlah jutaan kali sebelum Anda mengapprove follower. Sebab suatu saat mereka bisa membunuh Anda.
Yang bisa kusarankan di sini adalah, kurangi aktivitas sosial media. Kalau tidak bisa, batasi obral informasi pribadi. Pasang retriksi di mana-mana, filter teman Anda. Hapus seluruh teman Anda yang juga teman kantor Anda. Anda akan lebih baik berteman dengan orang luar dibanding harus dihantam kasus karena black campaign akibat bersaing jabatan di kantor.
Percayalah, orang-orang mengawasi aktivitas Anda di sosial media!
Be First to Comment