Tidak selamanya kaca yang terlalu bening dengan semboyan “bersih bening sperti tanpa kaca” kayak di iklan itu baik. Salah-salah nanti malah jadi merugikan penggunanya. Contohnya seperti yang kualami kemarin, nabrak tembok yang terbuat dari kaca. Duarr, nabrak dengan sukses. Sama sekali nggak kelihatan olehku, barangkali karena aku terlalu sibuk memperhatikan sebuah lorong yang ingin kutuju yang ternyata berada di balik kaca.
Malu sih enggak, udah biasa 😀 Tapi sakitnya lumayan.
Temanku ada kejadian lagi, 2 kali dia nabrak pintu kaca kantor. Juga dengan sekuat-kuatnya karena dia sendiri nggak perhatikan kalau itu pintu kaca.
Walah, sepertinya harus ada solusi terhadap kaca yang terlalu bening. Bila tidak, bisa jadi ada korban selanjutnya.
Be First to Comment